Blog Archives

Sosialisasi Akreditasi di MTs Al Jamil Tahun 2013

Sosialisasi Akreditasi Tahun 2013

Di MTs Al-Jamil Bare Eleh

Oleh UPA  S/M Kabupaten Lombok Tengah

Doc. AL-Jamil

Akreditasi sekolah/madrasah adalah kegiatan penilaian sekolah secara sistematis dan komprehensif melalui kegiatan evaluasi diri dan evaluasi eksternal (visitasi) untuk menentukan kelayakan dan kinerja sekolah/madrasah. Demikian dikatakan oleh Bapak Drs. H. Mingre Hamy selaku Unit Pelaksana Akareditasi (UPA) Kabupaten Lombok Tengah dalam acara sosialisasi Akreditasi Sekolah/Madrasah di MTs Al-Jamil Bare Eleh Desa Aik Bual Kecamatan Kopang Kabupaten Lombok Tengah Senin, 07/01/2013. Lebih rinci beliau menjelaskan mengenai akreditasi sebagai berikut: Baca Selengkapnya

Advertisements

MTs Al-Jamil Perlu Direhab

MTs Al-Jamil Perlu Direhab

MTs Al-Jamil adalah sebuah Lembaga pendidikan formal di bawah naungan Yayasan Al-Jamil berdiri sejak tahun 2002. Madrasah ini terletak di sebuah dusun yang terpencil di bagian paling utara Kabupaten Lombok Tengah tepatnya Bare Eleh Desa Aik Bual Kecamatan Kopang Kabupaten Lombok Tengah NTB.

Keadaan Madrasah ini sangat sederhana bangunan gedungnya pun dibangun seadanya maklum perekonomian pengurus lembaga dan masyarakat sekitarnya rata-rata berada dalam eknomi lemah. Bila musim hujan maka siswa-siswinya tidak bias belajar karena atapnya sudah bocor. Segala usaha untuk mendapatkan bantuan dari pemerintah sudah dicoba baik melalui proposal maupun secara langsung namun sampai saat ini belum ada hasilnya.

Siswa-siswi Madrasah ini cukup banyak yaitu kelas satu berjumlah 42 orang kelas dua berjumlah 22 orang dan kelas tiga 40 orang jumlah keseluruhannya 104 orang. Dengan keadaan yang demikian membuat siswa harus duduk berjejalan di kelas karena ukuran kelasnya sangat kecil 6 x 6 m4. Selain itu juga siswa yang sekolah di sini pasti orang tuanya adalah keluarga meskin karena seandainya ada masyarakat yang agak berada pastiny ia menyekolahkannya ke sekolah-sekolah yang sudah maju. Jadi untuk memungut biaya untuk pembangunan maka pengurus yayasan berpikir lima kali bahkan bila seorang guru meminta siswa untuk membeli LKS ja sangat susah.

Dalam keadaan yang demikian Madrasah ini tidak bisa dipandang sebelah mata baik oleh pemerintah ataupun masyarakat karena sejak berdirinya madrasah ini sudah 7 kali meluluskan siswa siswa miskin maka seandainya madrasah ini tidak ada maka akan banyak anak-anak negeri ini yang sekolahnya hanya sampai SD saja. Pertanyaannya adalah kapankah mimpi pengurus yayasan, madrasah, guru dan semua siswa akan terwujud yakni punya gedung madrasah yang layak dan nyaman sehingga mereka tidak harus berlari ketika hujan datang.